
Jakarta (KANALACEH.COM) – Berita palsu atau hoax terus menggurita di media sosial. Untuk meredam peredaran hoax itu dinilai lebih sulit ketimbang harus memblokir pornografi.
Begitu yang diucapkan oleh Country Manager F5 Networks Indonesia, Fetra Syahbana. Disampaikan Fetra bahwa belum ada ukuran pasti apakah itu berita hoax atau tidak.
“Tidak semua yang di publish itu hoax, how do we know? Ini hoax atau tidak. Kecerdasan pembaca yang dituntut. Karena kalau publish dibatasi, itu bukan media sosial lagi namanya,” ungkap Fetra di Jakarta, Kamis, (9/2).
Lebih jelas lagi, Fetra mengatakan hoax yang berbentuk informasi tidak bisa diketahui sampai ada yang mengklarifikasinya.
Kondisi tersebut berbanding terbalik bila harus memblokir konten pornografi. Dikarenakan pornografi sudah jelas standarisasinya seperti apa, sehingga bisa ditutup aksesnya di internet.
“Konten porno, jelas seperti apa yang berupa gambar dan bisa kita blokir. Sementara kalau berita, mana kita tahu itu benar atau salahnya,” jelasnya. [Detik]
Berita Terkait
Life StyleKisah Alvin, Pemuda Aceh Sukses dari SEO hingga Miliki Toyota Supra MK5
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Jagat maya di Provinsi Aceh belum lama ini diramaikan oleh unggahan […]...
TeknologiInternet Aceh Selalu Mati Saat Bencana, Konsultan Hukum: Ini Kelalaian Operator
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kelambanan dan potensi kelalaian operator telekomunikasi kembali menjadi sorotan setelah layanan […]...
TeknologiTelkom Aceh Dorong Digitalisasi Koperasi Lewat Platform DigiKoperasi
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Aceh berperan aktif mendukung program […]...
