
(KANALACEH.COM) – Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (USK) Gayo Lues menggelar praktik pengolahan limbah serai wangi dan kotoran sapi menjadi kompos di Desa Tetingi, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Selasa (12/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Mahasiswa Berdampak yang berfokus pada pemulihan lingkungan dan penguatan ketahanan pangan masyarakat pascabanjir.
Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan penurunan kualitas tanah dan produktivitas lahan pertanian. Endapan lumpur, rusaknya struktur tanah, serta berkurangnya kandungan bahan organik membuat hasil panen menurun signifikan.
Melalui pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan lokal, mahasiswa menghadirkan solusi ramah lingkungan guna mempercepat rehabilitasi lahan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan sosialisasi terkait prinsip pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis pembuatan kompos berbahan limbah serai wangi dan kotoran sapi.
Proses pengomposan dilakukan melalui tahapan pencacahan bahan, pencampuran dengan aktivator, pengaturan kelembapan, serta pembalikan secara berkala hingga menghasilkan kompos matang yang siap diaplikasikan ke lahan pertanian.
Koordinator tim mahasiswa menyebut pemanfaatan limbah lokal bertujuan menekan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
“Kompos dari limbah serai wangi dan kotoran sapi terbukti mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, serta mempercepat pemulihan kesuburan lahan pascabanjir,” ujarnya.
Keuchik Desa Tetingi mengapresiasi kontribusi mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues yang dinilai menghadirkan solusi konkret bagi petani. Inovasi tersebut dinilai tak hanya membantu pemulihan lahan, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai usaha kompos bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dalam mendorong praktik pertanian ramah lingkungan dan pembangunan desa berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana serta penguatan ketahanan pangan nasional.
Berita Terkait
Berita85 Korban Tertipu, Pemilik Toko Emas di Aceh Besar Gasak 1,6 Kg Emas dan Ratusan Juta Rupiah
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banda Aceh mengungkap dugaan kasus&nbs...
Berita
