
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – PMI Kota Banda Aceh menegaskan bahwa setiap warga yang melakukan donor darah di Unit Donor Darah (UDD) akan melalui proses screening untuk mendeteksi empat jenis penyakit yang dapat menular melalui transfusi darah.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar untuk memastikan keamanan darah sebelum disalurkan kepada pasien.
PMI menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menunjukkan kategori reaktif, bukan positif.
“Untuk warga yang donor di unit donor darah PMI Kota Banda Aceh, kita akan melakukan screening 4 penyakit yang menular lewat transkusi darah. Nah hasilnya itu nanti akan reaktif, bukan positif,” kata Mutia, Senin, 8 Desember 2025.
Istilah reaktif digunakan untuk menandai adanya indikasi awal terhadap penyakit tertentu, namun memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Persentase hasil reaktif di PMI Kota Banda Aceh tercatat sangat rendah, yakni di bawah 1 persen. Pemeriksaan ini dilakukan setelah proses donor selesai, karena hasilnya hanya dapat diketahui melalui analisis laboratorium, bukan pada saat pemeriksaan awal oleh dokter.
“Dan ini akan diketahui setelah donor darah atau setelah darahnya diperiksa di laboratorium, bukan pada saat diperiksa oleh dokter,” katanya.
Langkah ini menjadi bagian penting untuk menjamin keamanan dan kualitas darah bagi masyarakat.
Selain itu menurut Mutia, proses screening pendonor dilakukan melalui dua tahapan utama yang menjadi standar nasional dalam layanan transfusi darah. Tahap pertama adalah pemeriksaan awal oleh dokter melalui metode anamnesis.
Pada tahap ini, dokter akan mengidentifikasi kondisi kesehatan pendonor dengan melakukan wawancara medis menyeluruh. Pemeriksaan mencakup penelusuran riwayat penyakit, kebiasaan hidup, pola perilaku, hingga kemungkinan adanya kontak dengan faktor risiko tertentu.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi, mengapresiasi langkah PMI Banda Aceh yang terus meningkatkan kualitas layanan melalui screening ketat bagi para pendonor darah.
Ia menilai upaya tersebut sangat penting untuk memastikan keamanan darah yang disalurkan kepada masyarakat, terutama dalam mencegah penularan penyakit melalui transfusi.
“Kolaborasi antara instansi kesehatan dan PMI harus terus diperkuat demi memenuhi kebutuhan darah yang aman dan layak. Kami kesadaran masyarakat untuk donor darah semakin meningkat, sehingga stok darah tetap stabil dan pelayanan kesehatan di Banda Aceh dapat berjalan optimal,” katanya.
Berita Terkait
KesehatanPerkuat Pencegahan HIV, PMI Banda Aceh Kolaborasi dengan Dinkes Edukasi Warga
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh terus meningkatkan kegiatan edukasi ...
KesehatanUNICEF Soroti Kesenjangan Imunisasi Anak di Aceh
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – UNICEF Perwakilan Aceh menyoroti masih rendahnya cakupan imunisasi anak di Aceh ...

