
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Dorong pertumbuhan investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenalkan investasi di pasar modal syariah kepada mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
“Investasi saham bukanlah perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah, bahkan dalam perspektif syariah telah memperoleh legitimasi dari DSN-MUI melalui fatwanya,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK-RI, Inarno Djajadi di Darussalam, Aceh seperti dilansir laman Antara, Senin, 6 Oktober 2025.
Disampaikannya, perkembangan pasar modal syariah di Indonesia menunjukkan tren positif. Hingga akhir Agustus 2025, kapitalisasi pasar syariah telah mencapai Rp8.856,95 triliun atau setara dengan 62,55% dari total kapitalisasi pasar modal nasional.
Indonesia, lanjut Inarno, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dan Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekah memiliki peluang besar dalam mengembangkan pasar modal syariah.
“Masyarakat Muslim dapat berinvestasi dengan cara yang halal, sesuai prinsip syariah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi,”ujarnya.
Dirinya mengingatkan semangat investasi harus diiringi kewaspadaan, karena banyak anak muda tergoda berinvestasi karena ikut-ikutan atau FOMO (Fear of Missing Out).
“Setiap orang harus mempelajari dengan cermat instrumen investasi, menyesuaikan dengan kemampuan finansial dan profil risiko,” katanya.
Dia mengatakan,investasi juga tidak boleh dilakukan dengan cara berutang. Investasi terbaik adalah yang dijalani dengan nyaman, sesuai kemampuan, dan berorientasi jangka panjang, bukan hanya mengandalkan prediksi jangka pendek.
Sementara Rektor Universitas Syah Kuala (USK), Prof Marwan menilai kuliah umum ini penting untuk meningkatkan literasi keuangan khususnya di kalangan mahasiswa.
“Rendahnya literasi keuangan sering kali menjadi salah satu pemicu suburnya praktik-praktik yang merugikan, seperti judi online dan investasi ilegal,” katanya.
Menurut dia, pemahaman menyeluruh tentang inklusi keuangan berperan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah mengatakan, penguatan pasar modal syariah memiliki peluang besar untuk mendorong terciptanya lapangan kerja baru, meningkatkan akses permodalan bagi pelaku usaha, serta memperkuat basis ekonomi lokal yang berbasis nilai-nilai Islam.
“Aceh bukan hanya menjadi daerah yang konsisten dalam penerapan syariat, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan integrasi antara prinsip agama dengan kemajuan ekonomi modern,” katanya
Dia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti hanya pada sosialisasi, tetapi berlanjut dalam bentuk pendampingan, pelatihan, serta program yang melibatkan mahasiswa, akademisi, pelaku usaha dan masyarakat secara luas.
Berita Terkait
EkonomiBSI Aceh Gelar Tarhib Ramadan di Masjid Raya, Salurkan 500 Paket Sembako
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Tarhib Ramadan di ...
BeritaTekan Inflasi Jelang Ramadan, Banda Aceh Gelar Pasar Murah Bersubsidi
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya ...

