
Aceh Besar (KANALACEH.COM) – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan komitmennya untuk memenuhi sejumlah permintaan mendasar warga Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.
Hal ini disampaikannya saat menutup secara resmi kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gampong Alue Riyeung, Selasa, 5 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Mualem merespons langsung aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh para keuchik terkait pembangunan jalan, irigasi, akses komunikasi, dan fasilitas dasar lainnya.
“Seperti yang disampaikan Pak Keuchik tadi, tentang kebutuhan jalan, irigasi, dan lain-lain. Inilah tugas kita semua, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat. Apa yang disampaikan Pak Keuchik tadi sudah kita copy, Pak Keuchik,” kata Mualem di hadapan warga dan jajaran pemerintah.
Kehadiran Gubernur Aceh disambut antusias oleh masyarakat Pulau Nasi, terlebih karena ini menjadi kunjungan perdana Mualem ke pulau tersebut setelah sebelumnya sempat tertunda.
“Dulu saya sempat ingin datang ke sini, tapi batal. Hari ini baru bisa hadir dan melihat langsung keadaan di Pulau Nasi,” ujarnya.
Menindaklanjuti keluhan warga, Gubernur bersama instansi terkait juga menyerahkan berbagai bantuan sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah.
Di antaranya, Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh menyalurkan peralatan olahraga, sementara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan 1.000 bibit mangrove untuk pelestarian lingkungan pesisir.
Selain itu, Dinas Sosial Aceh menyerahkan bantuan kebutuhan dasar seperti mukena, jilbab, kain sarung, selimut, handuk, dan paket family kit, masing-masing sebanyak 100 unit. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh para keuchik Pulau Nasi.
Ketua Forum Keuchik se-Pulo Aceh, Azhari Abbas, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besar kepada Pemerintah Aceh atas perhatian yang mulai diwujudkan.
“Kami sangat berharap adanya pembangunan waduk, perbaikan jalan, dermaga boat dari Pulo ke Banda Aceh, dan juga sinyal telepon. Dari lima desa di Pulau Nasi, empat belum memiliki akses komunikasi yang layak,” ujarnya.
Penutupan KKN UGM tersebut juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir (Kak Na), Plt Sekda Aceh M Nasir Syamaun yang juga Ketua KAGAMA Aceh, Ketua Forbes DPR/DPD RI asal Aceh TA Khalid, Bupati Aceh Besar Muharram Idris, serta sejumlah pimpinan SKPA.
Mualem turut mengapresiasi pengabdian 30 mahasiswa UGM dari berbagai disiplin ilmu yang telah melaksanakan KKN selama 50 hari di Pulau Nasi.
“Kami berterima kasih kepada tim KKN UGM, yang telah menebarkan ilmu dan nilai-nilai kebersamaan. Semoga kegiatan serupa terus berlanjut di pulau-pulau lain,” tutupnya.
Berita Terkait
Berita85 Korban Tertipu, Pemilik Toko Emas di Aceh Besar Gasak 1,6 Kg Emas dan Ratusan Juta Rupiah
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banda Aceh mengungkap dugaan kasus&nbs...
Berita
