
Jakarta (KANALACEH.COM) – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir jatuh pada Selasa atau Rabu pagi WIB, 10 Mei 2017, karena penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang bulan depan mengurangi permintaan untuk logam mulia.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun 11 dolar AS atau 0,9 persen, menjadi menetap di 1.216,10 dolar AS per ounce. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,5 persen menjadi 99,592 pada pukul 18.30 GMT.
Dolar AS yang lebih kuat membuat komoditas-komoditas yang dihargakan dalam mata uang AS, seperti emas, kurang menarik bagi pembeli yang menggunakan unit moneter lemah. Para investor telah meningkatkan ekspektasinya untuk kenaikan tingkat suku bunga AS pada bulan depan.
Fed-funds berjangka baru-baru ini menunjukkan bahwa pasar memperkirakan peluang 88 persen kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed pertengahan Juni, menurut data dari Chicago Mercantile Exchange.
Suku bunga yang lebih tinggi bisa membuat logam mulia emas yang tidak menawarkan imbal hasil (yield), kurang menarik. Perak untuk pengiriman Juli turun 19,1 sen atau 1,17 persen menjadi ditutup pada 16,067 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 18,7 dolar AS atau 2,03 persen menjadi berakhir di 900,9 dolar AS per ounce. [Tempo]
Berita Terkait
EkonomiBSI Aceh Gelar Tarhib Ramadan di Masjid Raya, Salurkan 500 Paket Sembako
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Tarhib Ramadan di ...
BeritaTekan Inflasi Jelang Ramadan, Banda Aceh Gelar Pasar Murah Bersubsidi
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya ...

