
BANDA ACEH – Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh kenaikan harga semen di pasaran memberikan andil terbesar terhadap inflasi yang terjadi di daerah itu pada November 2015 sebesar 0,27 persen.
“Kebutuhan semen pada November banyak karena berbagai infrastruktur yang telah dicanangkan pemerintah khususnya harus segera diselesaikan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Hermanto di Banda Aceh, Selasa (1/12).
Ia menjelaskan, permintaan semen di pasaran pada November meningkat drastis mengingat tingginya kebutuhan komoditas tersebut menjelang akhir tahun guna menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
Lebih lanjut, Hermanto menyebutkan, semen menyumbang sebesar 0,12 persen terhadap laju inflasi yang terjadi di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa tersebut pada November 2015.
Sementara beberapa komoditas yang mengalami deflasi antara lain, ikan tongkol, angkutan udara, besi beton, jerukm emas perhiasan, cumi-cumi, seng dan tomat sayur.
Dia menyebutkan, Banda Aceh mengalami inflasi sebesar 0,23 persen, Lhokseumawe sebesar 0,34 persen dan Meulaboh sebesar 0,28 persen sehingga secara agregat Aceh alami inflasi sebesar 0,27 persen.
Bila dilihat dari 23 kota di Sumatera, tercatat 19 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bukit Tinggi sebesar 0,83 persen dan terendah di Kota Bungo sebesar 0,07 persen. Sementara untuk deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,02 persen dan terendah di Kota Dumai sebesar 0,02 persen.[T Irawan]
Berita Terkait
EkonomiBSI Aceh Gelar Tarhib Ramadan di Masjid Raya, Salurkan 500 Paket Sembako
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Tarhib Ramadan di ...
BeritaTekan Inflasi Jelang Ramadan, Banda Aceh Gelar Pasar Murah Bersubsidi
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya ...

