
Jakarta (KANALACEH.COM) – Total ada 11 orang yang menjadi korban bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ada 2 orang meninggal dunia yakni seorang pelaku dan satu orang personel polisi.
“Ada 11 orang korban. 1 orang diduga pelaku (tewas), 1 orang anggota Polri gugur dalam tugas,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Kamis (25/5).
Sedangkan 9 orang lainnya luka-luka akibat ledakan. 4 orang merupakan personel Polri, 5 orang lainnya warga sipil.
Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Terminal Kampung Melayu. Bom meledak dua kali pada pukul 21.00 WIB dan pukul 21.05 WIB.
Para korban luka sudah dirawat di sejumlah rumah sakit terdekat. Polisi saat ini mengidentifikasi terduga pelaku bom bunuh diri yang ikut tewas.
Sementara pantauan dilokasi, sekitar 20 personel Brimob bersenjata api laras panjang berjalan di flyover Jl Basuki Rahmat. Terminal Kampung Rambutan sendiri dapat dilihat dari atas flyover tersebut.
Polisi memasang perimeter penjagaan di lokasi di sepanjang flyover tersebut. Warga diimbau untuk menjauh. Sejumlah warga memang ada yang menonton lokasi ledakan dari atas flyover tersebut.
Sementara arus lalu lintas di lokasi terpantau ramai lancar. Sekitar pukul 23.00 WIB, arus lalu lintas sudah mulai kendor, tidak terlalu macet.
Namun, akses menuju ke Terminal Kampung Rambutan kini sudah ditutup. Warga dilarang untuk mendekati Terminal Kampung Melayu. [Detik]
Berita Terkait
BeritaKemenhub Dikabarkan Copot Direktur Poltekpel Malahayati Andi Friadi
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kementerian Perhubungan melalui BPSDM Kemenhub mencopot Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati, Andi […]...
BeritaPolisi Tak Temukan Tanda Kekerasan di Kasus Wafatnya Mahasiswa Poltekpel Malahayati
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Satreskrim Polresta Banda Aceh menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah […]...
BeritaWarga Aceh Laporkan 7.454 Kasus Penipuan, Belanja Online Paling Banyak
Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sebanyak 7.454 laporan penipuan dari Provinsi Aceh tercatat dalam Indonesia Anti-Scam […]...
